Yayasan : Konsep-konsep penting !

(A) Pengertian dan Ruang Lingkup Yayasan

Menurut Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2001 sebagai dasar hukum positif yayasan, bahwa pengertian yayasan adalah :

” Badan hukum yang kekayaannya terdiri dari kekayaan yang dipisahkan dan diperuntukkan untuk mencapai tujuan tertentu dibidang

- sosial

- keagamaan

- dan kemanusiaan

Yayasan dapat melakukan kegiatan usaha untuk menunjang pencapaian maksud dan tujuannya dengan cara mendirikan badan usaha dan/atau ikut serta dalam suatu badan usaha.

Yayasan sebagai suatu badan hukum mampu dan berhak, serta berwenang untuk melakukan tindakan-tindakan perdata.

Pada dasarnya keberadaan badan hukum yayasan bersifat permanen yaitu hanya dapat dibubarkan oleh persetujuan para pendirinya (“Pembina”), yang jika telah memenuhi syarat-syarat pembubaran yang tercantum dalam anggaran dasarnya.

Yayasan berfungsi sebagai pranata hukum dalam rangka mencapai tujuan tertentu di bidang sosial, keagamaan, dan kemanusiaan. Undang-Undang No.16 Tahun 2001 menegaskan bahwa yayasan adalah suatu badan hukum yang mempunyai maksud dan tujuan yang bersifat :

a. sosial ;

b. keagamaan ;

c. dan kemanusiaan ;

yang didirikan dengan mengikuti aturan-aturan formal dalam undang-undang tersebut.

Visi :

Visi adalah suatu gambaran masa depan yang menantang, berisikan tentang suatu keadaan di masa depan yang dicita-citakan terwujud oleh Yayasan.

Rumusan Visi Yayasan harus memperhatikan :

(1) Mencerminkan apa yang ingin dicapai oleh yayasan ;

(2) Memberikan arah dan fokus strategi yang jelas ;

(3) Berorientasi kepada masa depan, sehingga segenap pemangku kepentingan (Pembina, Pengurus, dan Pengawas ) harus berperan nyata dalam menentukan dan membentuk masa depan yayasan;

(4) Mampu menumbuhkan komitmen seluruh jajaran dalam yayasan ;

(5) Mampu menjamin keseimbangan kepemimpinan yayasan ;

Misi

Misi adalah suatu pernyataan umum tentang maksud yayasan. Misi adalah sesuatu yang diemban atau dilaksanakan oleh yayasan , sebagai penjabaran atas visi yang telah ditetapkan sebelumnya.

Rumusan misi harus mampu :

(1) Melingkupi semua pesan yang terdapat dalam visi yayasan ;

(2) Memberikan petunjuk terhadap tujuan yang akan dicapai ;

(3) Memberikan petunjuk kelompok sasaran mana yang akan dilayani ;

(4) Memperhitungkan dan mempertimbangkan berbagai masukan dari para “stake holder ” secara bijaksana.

Sumber Pembiayaan / Kekayaan

Sumber pembiayaan yayasan berasal dari sejumlah kekayaan yang dipisahkan dalam bentuk uang atau barang (aset).  Biasanya diusahakan oleh (para) pendiri yayasan.

Yayasan bisa juga memperoleh sumbangan dan bantuan berupa :

(a) wakaf ;

(b) hibah ;

(c) hibah wasiat ;

(d) perolehan lain yang tidak bertentangan dengan anggaran dasar yayasan dan/atau peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Bila kekayaan yayasan berasal dari wakaf, maka berlaku ketentuan hukum perwakafan.

Kekayaan yayasan yang dimiliki tersebut dipergunakan untuk mencapai maksud dan tujuan yayasan.

Struktur Organisasi Yayasan

Struktur organisasi yayasan merupakan turunan dari fungsi, strategi , dan tujuan organisasi.

Fungsi badan hukum yayasan merupakan pranata hukum bagi pencapaian tujuan tertentu di bidang sosial, keagamaan, dan kemanusiaan.

Yayasan mempunyai organ yang terdiri dari :

(a) Pembina

(b) Pengurus

(c) Pengawas

Pembina adalah organ yayasan yang memiliki kewenangan yang tidak diserahkan kepada pengurus maupun pengawas , oleh Undang-Undang maupun anggaran dasar.

Kewenangan Pembina meliputi :

(1) Membuat keputusan mengenai perubahan anggaran dasar ;

(2) Mengangkat dan memberhentikan anggota pengurus serta anggota pengawas ;

(3) Menetapkan kebijakan umum yayasan berdasarkan berdasarkan Anggaran Dasar yayasan ;

(4) Mengesahkan program kerja dan rancangan anggaran tahunan yayasan ;

(5) Membuat keputusan mengenai pembubaran dan penggabungan yayasan.

Pihak yang dapat diangkat sebagai anggota pembina adalah individu pendiri yayasan dan/atau mereka yang berdasarkan keputusan rapat anggota , dinilai mempunyai dedikasi yang tinggi untuk mencapai maksud dan tujuan yayasan.

Anggota pembina tidak boleh merangkap sebagai anggota pengurus dan/atau anggota pengawas.

Pengurus

Pengurus adalah organ yayasan yang melaksanakan kepengurusan yayasan. Pihak yang dapat diangkat sebagai pengurus yayasan adalah individu yang mampu melakukan perbuatan hukum,

Pengurus tidak boleh merangkap sebagai Pembina atau Pengawas.

Pengurus yayasan diangkat oleh pembina berdasarkan keputusan rapat pembina untuk jangka waktu selama 5 (lima) tahun, dan dapat diangkat kembali untuk 1 (satu) kali masa jabatan berikutnya.

Susunan

(a) Seorang ketua ;

(b) Seorang Sekretaris ;

(c) Seorang bendahara ;

Pengawas

Pengawas adalah organ yayasan yang bertugas melakukan pengawasan serta memberi nasihat kepada Pengurus dalam menjalankan kegiatan yayasan.

Yayasan memiliki sekurang-kurangnya 1 (satu) orang pengawas yang wewenang, tugas dan tanggung jawabnya diatur dalam anggaran dasar. Mereka yang dapat diangkat sebagai pengawas adalah individu yang mampu melakukan perbuatan hukum (cakap). Pengawas tidak boleh merangkap sebagai Pembina dan/atau Pengurus. Pengurus wajib dengan itikad baik dan tanggung jawab menjalankan tugas pengawasn untuk kepentingan yayasan.
Anggaran Yayasan

Anggaran yayasan merupakan artikulasi dari hasil perumusan strategi dan perencanaan strategik yang sudah dibuat.

Anggaran yayasan berisi rencana kegiatan yang direpresentasikan dalam bentuk rencana perolehan pendapatan dan belanja menurut satuan moneter.  Dalam bentuk yang paling sederhana, anggaran merupakan suatu dokumen yang menggambarkan kondisi keuangan yayasan yang meliputi informasi mengenai pendapatan, belanja, dan aktivitas . Anggaran berisi estimasi mengenai apa yang akan dilakukan dalam beberapa periode mendatang.

Sistem Akuntansi yayasan

Pada suatu yayasan, penekanan diberikan pada penyediaan data biaya yang disajikan dalam bentuk laporan keuangan , yang menggunakan sistem akuntansi berbasis akrual ( accrual accounting) yaitu akuntansi pendapatan biaya.
Yayasan sebagai entitas hukum privat

Yayasan pada hakikatnya adalah :

(a) Harta kekayaan yang dipisahkan ;

(b) Harta kekayaan tersebut diberi status badan hukum ;

(c) Keberadaanya (didirikan) untuk tujuan tertentu di bidang sosial, keagamaan, dan kemanusiaan ;

(d) Yayasan adalah perkumpulan orang ;

(e) Yayasan dapat melakukan perbuatan hukum dalam hubungan-hubungan hukum ;

(f) Yayasan mempunyai kekayaan sendiri ;

(g) Yayasan mempunyai pengurus ;

(h) Yayasan mempunyai maksud dan tujuan ;

(i) Yayasan mempunyai kedudukan hukum ;

(j) Yayasan mempunyai hak dan kewajiban ;

(k) Yayasan dapat digugat dan menggugat di muka pengadilan

Secara teoritis, yayasan dapat didirikan oleh satu orang, dua orang atau lebih. Yayasan tidak mempunyai anggota, (semacam anggota koperasi dalam koperasi, atau pemegang saham dalam bentuk Perseroan Terbatas), dan eksistensinya hanya diperuntukkan guna pencapai tujuan dalam bidang sosial, keagamaan, dan kemanusiaan.

Oleh karena itu, semua kegiatan yayasan harus diabadikan terhadap pencapaian tujuan tersebut. Undang-Undang Yayasan menegaskan hal ini dengan melarang pembagian hasil usaha (jika untung) kepada organ yayasan ( Pembina, Pengurus, Pengawas), dengan ancaman pidana.

Pola Pertanggungjawaban Yayasa


Dalam yayasan, pengelola ( pengurus dan pengawas) bertanggungjawab kepada Pembina yang disampaikan dalam Rapat Pembina yang diadakan (minimal) setahun sekali.

Pola pertanggungjawaban yayasan bersifat vertikal dan horisontal . Pertanggungjawaban vertikal adalah pertanggungjawaban atas pengelolaan dana kepada otoritas yang lebih tinggi, sebagai pertanggungjawaban yayasan kepada Pembina.

Pertanggungjawaban horisontal adalah pertanggungjawaban yayasan kepada masyarakt luas secara umum, dan kepada stakeholder yang dilayaninya. kedua pertanggungjawaban tersebut merupakan elemen penting dari proses akuntabilitas publik.

Pertanggungjawaban manajerial merupakan bagian terpenting dari kredibilitas manajemen di yayasan. Tidak terpenuhinya prinsip pertanggungjawaban tersebut dapat menimbulkan implikasi yang serius.



About these ads
Tulisan ini dipublikasikan di Yayasan. Tandai permalink.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s