Ribuan Buruh Demo Tuntut THR (dan Gaji Agustus)

Jurnal Bogor, 8 September 2010
Rubrik: Halaman Depan

PT Muara Krakatau Belum Bayar THR

Tajur – Ribuan pegawai PT. Muara Krakatau, Selasa 7/9 malam menggelar aksi demo besar-besaran. Mereka  menuntut pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) di pelataran pabrik garmen yang berlokasi di Jalan Raya Tajur No. 22 Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor. Aksi tersebut merupakan puncak dari kemarahan karyawan yang hingga kini belum mendapat kepastian mengenai pembayaran THR, gaji dan upah lembur.
Aksi dimulai sejak pukul 16.00 WIB. Seluruh karyawan berhenti melakukan aktivitas kerja dan langsung menggelar orasi. Mereka berteriak menuntut haknya sambil melempar-lemparkan kain yang sedang dikerjakan. Bahkan, seorang wartawan TV One, Eko Hadi sempat disandera pihak manajemen perusahaan saat berusaha mengambil gambar pada aksi tersebut. Namun tak lama kemudian Eko dilepaskan.
Setelah menggelar demo di dalam pabrik, sekitar pukul 20.00 WIB karyawan langsung berhamburan keluar dan dilanjutkan dengan demonstrasi di pelataran pabrik. Selain memasang spanduk menuntut THR, mereka juga memukul kentongan, drum dan kayu yang ada di sekitar pabrik sambil melantunkan takbir.
Menurut informasi yang dihimpun, karyawan kesal akibat THR belum juga dibayar perusahaan. Padahal, menurut ketentuan Departemen Ketenagakerjaan (Depnaker), perusahaan harus membayar THR karyawan maksimal H-7 lebaran. Jika itu dilanggar, maka perusahaan yang bersangkutan diancam sanksi pidana. Kemarahan karyawan kian memuncak karena gaji dan upah lembur bulan Agustus belum dibayar juga.
Iyung, orator demo mengatakan, gaji dan upah lembur bulan Agustus seharusnya sudah dibayarkan 5 September lalu. Namun hingga kemarin pihak perusahaan malah mangkir dengan alasan kondisi perusahaan sedang tidak stabil. Beberapa waktu lalu, pimpinan PT. Muara Krakatau, Yudi Fransiskus menjanjikan THR dan gaji akan dibayar pada tanggal 7 September.
“Perusahaan tidak mau membayar THR secara penuh, tapi hanya 40 persen, begitupun dengan gaji. Seharusnya gaji dibayarkan sesuai UMR yakni Rp 850.000 per bulan, kini hanya akan dibayarkan Rp 350.000,” kata Iyung yang telah bekerja di perusahaan ini selama lima tahun kepada Jurnal Bogor. Dia menambahkan, tersendat-sendatnya gaji sudah terjadi sejak awal tahun 2010 ini.
“Kami selalu lembur setiap hari, apalagi di bulan Ramadhan ini. Order pekerjaan selalu banyak. Sehingga kami merasa aneh jika perusahaan mengatakan kondisi perusahaan sedang sulit karena tidak ada job dan terlilit hutang,” lanjut Iyung.
Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Hubungan Industrial dan Pengawasan, Dinas Sosial, Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kota Bogor, Samson Purba yang tadi malam ada di lokasi pabrik mengatakan, pihaknya belum bisa memberikan sanksi kepada PT. Muara Krakatau. “Kami masih menunggu kepastiannya malam ini. Karena menurut kesepakatan antara karyawan dan perusahaan, THR akan dibayarkan hari ini (Selasa, 7/9),” katanya.
Pemilik perusahaannya sendiri  tidak bisa dimintai keterangan karena tidak ada di lokasi. Begitu juga jajaran direksinya. Sebagian karyawan mengaku akan tetap bertahan di pabrik hingga uang THR dan gaji mereka dibayarkan.

= Nadia Yuliana

Pos ini dipublikasikan di General Management. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s