UU tentang Rumah Sakit

Undang-undang Rumah Sakit Disahkan

Senin, 28 September 2009 | 21:33 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Undang-undang tentang Rumah Sakit , Senin (28/09) disahkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat. Menteri Kesehatan menjamin pasien akan lebih terlindungi dengan lahirnya undang-undang tersebut.

“Disitu ada perlindungan pasien, perlindungan rumah sakit dan perlindungan petugasnya,” jelas Menteri Kesehatan Siti Fadillah Supari ketika ditemui di kantornya Senin (28/09).

Pemerintah sebelumnya mengatur izin pendirian dan operasional rumah sakit melalui 13 peraturan, termasuk Peraturan Menteri Kesehatan dan Keputusan Direktur Jenderal Pelayanan Medik.

Lahirnya Undang-undang Rumah Sakit, diakui Fadillah didasari semangat melindungi pasien. Selain itu, undang-undang tersebut dapat menjadi terobosan untuk mengatur dan mengawasi seluruh rumah sakit. “Pemerintah bisa mengawasi, menindak pada rumah sakit swasta yang dulu nggak bisa,” tegas Fadillah.

Sementara ihwal abel internasional pada rumah sakit swasta, Fadillah menjelaskan, hal itu tidak diatur dalam UU Rumah Sakit ini.

Inspektur Jenderal Departemen Kesehatan Faiq Bahfen menjanjikan masalah label internasional ini akan dijelaskan waktu lain. Pemerintah, kata Faiq, hanya menerapkan pola tarif bagi tiap rumah sakit. “Polanya dari kami, tapi penetapan tarif tergantung kepemilikan rumah sakit,” jelasnya.

Sementara rumah sakit milik pemerintah pusat, sebut Faiq, penetapan tarifnya ditentutkan oleh pusat.

Pos ini dipublikasikan di Kesehatan (Health Care). Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s