Petunjuk Bagi Pengguna Pemula Perihal Indikator Ekonomi

Pertanyaan :

Saya seringkali mendengar atau membaca tentang berita-berita indikator ekonomi yang dimuat di berbagai media, baik cetak maupun elektronik, tetapi sejujurnya saya tidak pernah benar-benar memahami apa yang diberitakan tersebut. Pertanyaan saya adalah apakah yang dimaksud dengan indikator ekonomi dan mengapa hal tersebut sangat penting?

Jawaban / Penjelasan :

Indikator ekonomi secara sederhana adalah setiap angka-angka statistik ekonomi, seperti tingkat pengangguran, Gross Domestic Product (GDP), atau tingkat inflasi, yang mengindikasikan seberapa baik perekonomian berjalan dan seberapa baik perekonomian akan bergerak di masa depan. Investor memanfaatkan segala informasi yang relevan bagi pengambilan keputusan investasinya, termasuk informasi yang berasal dari indikator perekonomian. Apabila indikator perekonomian menunjukkan bahwa perekonomian akan tumbuh lebih baik( atau lebih buruk) dibandingkan yang telah mereka perkirakan sebelumnya, maka mereka dapat melakukan perubahan strategi investasinya.

Agar dapat memahami indikator ekonomi secara sederhana, maka kita harus memahami cara pandang indikator ekonomi yang berbeda-beada tersebut.

Ada 3 (tiga) atribut utama indikator ekonomi :

(1)  Hubungannya dengan siklus bisnis / siklus ekonomi

a. Procyclic : Sebuah indikator ekonomi procyclical yang sifatnya bergerak sama dengan pergerakan ekonomi. Sehingga jika perekonomian berjalan baik, ditunjukan angka-angka indikator yang juga membaik/meningkat, serta sebaliknya jika perekonomian melemah atau menuju resesi, maka angka-angka indikator perekonomian tersebut juga memburuk/menurun. Contoh indikator ekonomi procyclical adalah : Gross Domestic Product (GDP)

b. Countercyclic. Sebuah indikator ekonomi countercyclical bersifat bergerak berlawanan arah dengan pergerakan perekonomian. Angka Pengangguran semakin berkurang jika pertumbuhan ekonomi semakin baik, adalah salah satu contoh indikator ekonomi cauntercyclical.

c.  Acyclic. Indikator ekonomi acyclic tidak berhubungan/berkaitan/berkorelasi langsung, searah atau berlawanan, dengan tingkat pertumbuhan ekonomi. Harus bisa dibuktikan indikator ekonomi mana saja yang sebenarnya tidak berhubungan searah atau berlawanan dengan pertumbuhan ekonomi.

(2) Frekuensi Data : Beberapa indikator ekonomi disajikan secara bulanan, triwulanan, semesteran, dan tahunan. Beberapa indikator ekonomi lainnya disajikan secara real time, jam-jaman, harian, mingguan.

(3) Timing : Indikator ekonomi berdasarkan perspektif waktu, bisa bersifat (a) Leading, (b) Lagged, (c) Coincident

(a) Leading = Adalah indikator ekonomi yang berubah sebelum terjadinya perubahan ekonomi itu sendiri. Indeks Harga Saham Gabungan di  pasar modal biasanya mendahului perubahan ekonomi, dimana biasanya angka indeks yang meningkat biasanya mendahului peningkatan perekonomian, dan angka indeks yang cenderung turun mendahului penurunan tingkat perekonomian.

(b) Lagged : Indikator Ekonomi Lagged biasanya baru menunjukkan perubahan setelah beberapa triwulan ke depan setelah terjadinya perubahan tingkat perekonomian, misalnya Angka Pengangguran

(c) Coincident : Adalah sederhananya indikator ekonomi yang bergerak secara bersamaan dengan perubahan perekonomian. Misalnya GDP (Gross Domestic Bruto).

Berbagai pihak banyak yang secara berkala mempublikasikan berbagai macam indikator ekonomi. Lembaga-lembaga negara yang diserahi tugas dan tanggung jawab pokok mempublikasikan indikator-indikator perekonomian misalnya :

Badan Pusat Statistik

http://www.bps.go.id/

Bank Indonesia

http://www.bi.go.id/web/id/

Yang secara umum memasok publikasi dengan kategori :

1. Total Output, Income, dan Belanja

2. Angka Penyerapan Tenaga Kerja, Angka Pengangguran, dan Tingkat Upah

3. Tingkat aktivitas produksi, perdagangan nasional, regional, wilayah

4. Tingkat harga-harga

5. Pasar Modal, Pasar Uang, dan Kredit Perbankan

6. Neraca Pembayaran , dan Neraca Perdagangan

7. Statistik Internasional

Total Output, Pendapatan, Pengeluaran

a.  Gross Domestic Product (GDP) ; triwulanan

b. Real GDP ; triwulanan

c. Implicit Price Deflator to GDP

d. Business Output ; triwulanan

e. Pendapatan Nasional ; triwulanan

f. Tingkat Konsumsi nasional ; triwulanan

g. Laba korporasi ; triwulanan

(disadur dari  about.com )

Pos ini dipublikasikan di Economics. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s