Profesi Independen Auditor Memikul Tanggung Jawab yang Besar

” Astaga ! ” Gene Morse tertegun. Ia menatap layar komputer di ruang kerjanya, tidak percaya bahwa ia menemukan satu transaksi pembelian komputer yang tidak memiliki bukti, senilai $500 juta. Ia segera melaporkan temuannya itu kepada penyelianya (supervisor), Cynthia Cooper – Wakil Direktur Audit Internal – WorldCom. ” Teruskan,” perintah Cooper. Tim auditor internal Cooper terus menggali. Mereka bekerja hingga larut malam agar tidak ketahuan, khawatir bahwa mereka akan dipecat jika atasannya tahu apa yang sedang mereka kerjakan. Mereka memindahkan data ke banyak kepingan CD data, karena takut data itu (master-nya) akan dihancurkan.

Kecurangan (fraud) besar sering kali dimulai di puncak, dan begitulah yang terjadi pada WordlCom. Bernie Ebbers, pendiri dan CEO WorldCom, pernah meminta Cooper untuk tidak memakai istilah “pengendalian internal” dan mengaku tidak memahami istilah itu. Akan tetapi, Cooper berjuang untuk mendapatkan pengakuan dan lebih banyak sumber daya bagi departemen audit internal.

Cynthia Cooper memberi tahu Ebbers bahwa dengan pengendalian internal, divisinya bisa membantu menyelamatkan jutaan dollar dari operasi-operasi yang boros. Dalam tahun-tahun berikutnya, ” kami membayar untuk diri kami sendiri sekian kali lipat lebih banyak”, ujar Cooper.

Ketika sedang menelusuri (mengaudit) jejak kecurangan itu, Cooper selalu menemui halangan. Pada akhir Mei 2002, timnya Cooper menemukan ketidakberesan dalam pembukuan. Perusahaan sudah mencatat miliaran dollar fee reguler yang dibayarkan kepada perusahaan-perusahaan telepon lokal sebagai aset modal. Trik akuntansi ini memungkinkan perusahaan mengubah kerugian sebesar $662 juta menjadi laba sebesar $2,4 miliar pada tahun 2001.

CFO perusahaan WorldCom, Scott Sullivan, memanggil Cooper ke ruang kerjanya, dan menanyakan apa yang mereka rencanakan.

Lalu Sullivan meminta Cooper untuk menunda penyelidikan hingga kuartal berikutnya, tetapi Cooper menolak.

Pada bulan Juni 2002, WorldCom mengumumkan bahwa perusahaan itu telah menggelembungkan aktivanya sebesar $3,8 miliar, suatu kecurangan akuntansi terbesar nilainya dalam sejarah.

Ketika penyelidikan itu telah selesai, nilai total kecurangan membesar mencapai angka yang mencengangkan, yaitu $ 11 miliar.

( sumber: Diadaptasi dari buku “Auditing dan Jasa Assurance – Pendekatan Terintegrasi” Jilid 1, Edisi ke-12, ditulis oleh : Alvin A. Arens , Randal J. Elder, Mark S. Beasley, p.3)

Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s