Dikata-katain bodoh, Walikota Solo Cuek saja!

Solo : Jurnal Bogor

WALIKOTA Solo Joko Widodo tampak santai dan senyum-senyum saja ketika disebut sebagai pribadi yang bodoh oleh Gubernur Jawa Tengah – Bibit Waluyo.

Walikota Solo paling populer ini memang menentang Gubernur Jateng dalam usaha pembangunan Mal di kota Solo.

” Ya, saya akui memang saya masih bodoh. Masih harus banyak belajar dari banyak orang. Dibilangin begitu ya ndak apa-apa,” kata Jokowi (panggilan akrab Joko Widodo) di balaikota Solo, Senin (27/06).

Dia juga mengaku tidak akan memberikan reaksi berlebihan atas penilaian Gubernur Jawa Tengah – Bibit Waluyo terhadap dirinya itu.

Menurut dia, Pemkot Solo akan mengumpulkan aneka berkas untuk bisa menjelaskan sikap Pemkot Solo kepada Pemprov Jateng. ” Nanti kami akan kumpulkan dan sajikan semua data yang ada.”

” Selanjutnya saya akan segera bertemu beliau (Bibit Waluyo-red.) untuk berkoordinasi membahas masalah ini. Dengan begitu diharapkan akan bisa mendinginkan suasana yang sedang panas ini.” ujar Jokowi.

Jokowi mengatakan penolakan Pemkot Surakarta (Solo) terhadap rencana pendirian Mal di lokasi bekas pabrik es Saripetojo adalah demi untuk membatasi maraknya pasar modern. Dia mengatakan sebelumnya telah ada 12 (dua belas) kali pengajuan izin pendirian Mal dari sejumlah pihak yang tidak disetujui karena memang Pemkot Solo berkomitmen membatasi keberadaan Mal (pasar modern) di kota Solo.

” Kita ingin membatasi keberadaan mal di Kota Solo karena kita harus memikirkan keberadaan (dan kelangsungan) pasar tradisional. Kalau itu terbuka sama sekali, sebelumnya ada rencana 12 mal tapi tidak kita izinkan.” ujar Jokowi.

Sebelumnya usai peresmian jembatan di Magelang, Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo mengatakan Jokowi bodoh. Jokowi dianggap melawan gubernur dalam pembangunan Mal di kota Solo. Rencana mal yang ditentan Pemkot Solo akan dibangun di bekas gedung bersejarah pabrik es Saripetojo. Namun pabrik es ini dinilai sebagai aset Pemprov Jateng, sehingga Pemkot Solo dianggap tidak bisa MEMPROTESnya.

Jokowi memang tengah gencar membangun dan merevitalisasi sejumlah pasar tradisional di Solo guna melindungi para pedagang kecil.

Menurut Jokowi, pasar tradisional merupakan satu-satunya harapan bagi para pedagang kecil dan tradisional untuk bisa bertahan hidup. Pasar modern seperti Mal tidak bisa mengakomodir kebutuhan para pedagang kecil dan tradisional.

Misalnya para pedagang hasil pertanian atau pedagang barang-barang kerajinan, tidak mungkin menitipkan barang dagangannya di pasar modern yang menggunakan sistem konsinyasi dengan masa pembayaran yang sangat lama.

Sementara di pasar tradisional, para pedagang kecil dan tradisional ini bisa langsung memperoleh uang tunai dari transaksi yang mereka lakukan.

Kebijakan Walikota Solo ini terbukti ampuh. Sejumlah pasar tradisional termasuk pasar barang rongsokan bisa hidup dengan baik. Bahkan pasar-pasar tradisional yang dikembangkan walikota Jokowi banyak yang mengasilkan obyek wisata para turis asing.

Sebut saja Pasar Barang Rongsokan Triwindu atas Pasar Klitikan di kawasan Semanggi. Atau pusat batik terbesar Pasar Klewer dan Kampung Batik Lawiyan yang setiap hari selalu dipadati turis asing dan turis lokal. (Alfian M.).

Komentar :

Pak Jokowi (orang PDI-P) sebaiknya didukung seluruh rakyat Solo, agar kemudian bisa jadi Gubernur Jawa Tengah, atau langsung jadi Menteri Perdagangan. Hidup pak Jokowi.

Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s