Hikmah Peringatan Isra’ & Mi’raj Rasulullah Muhammad SAW

Pagi jam 5 di hari Selasa 28 Juni 2011.

Setelah selesai mandi, sholat subuh dan minum segelas teh manis panas, saya menghidupkan saluran TVRI nasional.

Alhamdulillah acara pengajian yang diasuh Prof.Dr. Nazarudin Umar,MA, seorang cendikiawan muslim terhormat dan pemuka agama Islam (masih menjabat Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama) membahas topik dan tafsir mengenai ” hikmah Isra’ & Mi’raj Rasulullah Muhammad SAW”.

Tidak sepenuhnya saya ikuti tausiyah tersebut. Yang dapat saya tangkap adalah bahwa salah satu latar belakang keadaan sebelum Rasulullah berangkat Isra’ dan Mi’raj adalah bahwa beliau dalam keadaan sedih yang mendalam, gundah gulana, karena baru saja ditinggal wafat oleh sang istri tercinta Khadijah, di sisi lain intensitas tekanan dan gangguan dari kaum kafir Quraish, baik secara mental maupun fisik, semakin meningkat hebat.

Allah kemudian memberangkatkan beliau dari Makkah ke Palestina, dan dari Palestina naik ke langit menuju Arasy singgasana Allah.

Beliau diperlihatkan Neraka & Surga, kemudian mendapat perintah Sholat 5 (lima) waktu, sholat berjamaah bersama-sama para nabi dan rasul sebelum masa beliau (menjadi imam sholat).

Allah menguatkan hati dan mental Rasulullah, bahwa Allah menjanjikan kemenangan, kebaikan di akhirat bagi umat yang meneladani Rasulullah sampai akhir zaman.

Setelah peristiwa mu’jizat perjalanan Isra’ dan Mi’raj, maka beliau kembali mendapatkan kekuatan mental, spiritual, dan fisik yang sangat kokoh langsung dari Allah SWT.

Umat Islam yang dewasa ini berada dalam zaman yang kacau balau tatanannya, perlu mengambil hikmah dari perjalanan Isra’ dan Mi’raj Rasulullah. Zaman sekarang adalah zaman di mana yang haram jadi halal, yang halal jadi haram. Yang bathil kelihatan suci dan bermartabat, sedangkan yg jujur dan amanah dicampakkan dan dimusuhi.

Jika saya pribadi sebagai muslim menghadapi masalah yang benar-benar membebani lahir dan bathin, maka harus bersujud kepada Allah, memohon pertolongan kepada Allah, menundukkan kepala kepada Allah, melalui sholat. Maka sholat akan menautkan dan mendekatkan manusia dengan sang penciptanya.

Dengan sholat, jiwa dan bathin manusia akan “naik’ dan menjumpai sang Penciptanya, untuk memohon pertolongan dan bimbingan.

Semoga Allah meneguhkan jalan kebaikan dan kejujuran yang dipilih umatnya. AMIN.

 

 

Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s