Defisit Perdagangan RI-Australia Bakal Menyusut Berkat Kasus Sapi

Jumat, 01/07/2011 16:30 WIB

Ramdhania El Hida – detikFinance

Jakarta – Keputusan Australia menghentikan sementara ekspor sapinya ke Indonesia bisa menciutkan defisit perdagangan Indonesia dan Australia. Dalam perdagangan dengan Australia, selama ini Indonesia selalu mengalami tekor.

“Pemberhentian impor sapi, ini akan berkurang impornya. Maka defisit dengan Australia akan berkurang karena selama ini selalu defisit dengan mereka,” ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Rusman Heriawan saat ditemui di kantornya, Jalan Dr. Sutomo, Jakarta, Jumat (1/7/2011).

Berdasarkan data impor Mei 2011 dibanding April 2011, defisit perdagangan Indonesia-Australia mencapai 9,5% atau dari US$ 386,5 juta menjadi US$ 349,8 juta. Menurut Rusman, angka ini lebih rendah bila dibanding data umumnya.

Mengenai potensi Indonesia dalam swasembada daging sapi, ia menyatakan, berdasar sensus yang baru saja dilaksanakan pihaknya Indonesia sudah siap melaksanakannya. Hanya saja harus terlebih dahulu memperbaiki sistem distribusi daging sapi, salah satunya dengan menambah jumlah pasar hewan.

“Kita ingin kalaupun begitu impor itu hanya kualitas tertentu saja,” ujar Rusman.

Berdasar hasil sensus sapi yang berakhir pada Juni lalu, total sapi dan kerbau mencapai 16.077.192 di seluruh Indonesia. Dengan jumlah kerbau 1.258.319, total sapi 14.818.873. Sementara untuk sapi potong 14.253.732 dan sapi perah 565.141. Jumlah terbesar Jatim 4,7 juta, Jateng 2,1 juta dan Sulsel 1 jutaan. angka ini baru mencapai 99,1% dari total survei karena belum seluruh daerah tuntas disensus.

Seperti diketahui, penayangan video kekerasan sapi di beberapa RPH di Indonesia yang ditayangkan oleh TV ABC 30 Mei 2011 lalu berujung pada penghentian ekspor sapi Australia ke Indonesia selama 6 bulan. Pemerintah Australia sepakat mengirim tim independen bersama tim dari Indonesia untuk memverifikasi RPH yang ada di Indonesia.

Namun penghentian ekspor sapi ke Indonesia tersebut langsung merugikan para peternak Australia hingga miliaran rupiah. Perdana Menteri Australia Julia Gillard akhirnya memutuskan memberikan bantuan kepada para peternak sapi Australia hingga AUD 30 juta (US$ 32 juta) atau sekitar Rp 288 miliar, karena rugi akibat keputusan penghentian ekspor itu.

(nia/qom)

Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s