pengeluaran suku cadang sepeda motor: bisnis besar !

Pagi hari yang cerah, Selasa 05-Juli-2011.

Menjelang berangkat kerja ditemani sahabat setiaku, Yamaha Mio, ternyata lampu besar depan – bohlam nya mati. Langsung ingatanku terbang ke seputaran Tugu Kujang – Bogor, di mana setiap jam berangkat kerja di pagi hari, banyak petugas polisi menjaga dan menilang pengendara motor yang tidak menyalakan lampu besar depan di siang hari (apalagi di malam hari).

Saya harus segera mengganti bohlam lampu besar depan agar sesuai dengan peraturan lalu lintas yaitu menyalakan lampu depan sepeda motor di siang hari – yg sedang digalakkan instansi Kepolisian RI.

Saya langsung menuju bengkel resmi Yamaha di sekitar dekat ex. Bioskop Presiden ( dekat Pasar Mawar ).

Walaupun jam 08:10 , namun pelayanan masih baru bersiap-siap. Bahkan masih ada salah satu mekanik yang merokok dan membuang puntung rokok di lantai (dekat tempat sampah dan pengki). Wuiiih…karuan saja saya ngeri…karena risiko ada sisa-sisa bensin sehabis membersihkan karburator…. yg bisa saja menyambar langsung ke puntung rokok. ngeri deh…tingkat kedisiplinan pekerja kita.

Langsung saya daftar servis. Setelah selesai, tagihannya adalah :

– ganti bohlam lampu depan, dengan kode spare-part ” 5HV-H4314-00 (Yamaha Genuine Parts & Accessories), made in Indonesia – PT Yamaha Indonesia Motor MFG. = Rp 28.000,-

– ongkos kerja (ganti bohlam) = Rp 5.000

– total biaya = Rp 33.000

Selesai sudah.

Saya berpikir, sungguh enak bisnis suku cadang sepeda motor dan perawatan sepeda motor. Barangnya sangat dibutuhkan oleh setiap pengendara sepeda motor.

Jika penduduk kota Bogor hampir 1 (satu) juta jiwa, dan pemilik kendaraan sepeda motor 10% saja, maka terdapat potensi nyata konsumen suku cadang sepeda motor sebesar 100.000 unit sepeda motor. Jika 20% -nya merupakan sepeda motor Yamaha Mio, berarti terdapat 20.000 unit sepeda motor Yamaha Mio di kota Bogor dan sekitarnya.

Jika servis rutin  berkala sebulan sekali motor baru adalah ganti oli mesin dan servis karburator ringan yg biayanya Rp 60.000, maka ada potensi permintaan pasar (demand side) sebesar =

20.000 unit x Rp 60.000 = Rp 1.200.000.000

hanya berasal dari ganti oli dan servis ringan bulanan sepeda motor baru Yamaha Mio di kota Bogor dan sekitarnya. Dahsyat..!

( mungkin contohnya yg masuk akal adalah Honda Supra kali yeee…?)

Untungnya saya sempat menelepon ke kantor , memberitahukan bahwa saya terpaksa harus ke bengkel motor Yamaha dulu, mau ganti bohlam lampu besar depan Sepeda Motor Yamaha Mio, karena mati dan takut ditilang pak Polisi dan demi keselamatan berkendara saya pribadi.

Akhirnya baru nyampe ke kantor (absen masuk) jam 08:45.

Yach….terpaksa telat….daripada lampu mati dan kena tilang Polisi.

salam,

FS

 

Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s