Proses Akuntansi : Analisis Transaksi

Analisis transaksi merupakan tahapan penting dalam proses akuntansi keuangan. Pada tahap ini, akuntan melakukan identifikasi transaksi ( transaksi pertukaran dengan entitas di luar) , menyatakan dan menetapkan nilai moneter / uang ( biasanya jumlah harga pertukaran ) , kemudian mencatat / merekam dampak/konsekuensi atas transaksi tersebut terhadap 3 (tiga) komponen pokok “persamaan akuntansi dasar ” :

Aset         =    Laibilitas + Ekuitas

Penjelasan berikut ini akan akan menganalisis sejumlah transaksi yang akan dijelaskan secara mendetail.

(01) Setoran modal awal pemilik

Setelah persiapan dan perencanaan yang matang selama hampir 6 (bulan) sejak Juli 2010 sampai dengan Desember 2010, maka akhirnya Fajar Sumirat membuka usaha berupa toko peralatan olahraga di kota Bogor.

Bisnis tersebut dibuka dan dikelola dengan menggunakan bentuk usaha perseorangan ( ” sole proprietorship ” ). Usaha perseorangan adalah suatu bentuk usaha yang didirikan dan dijalankan sendiri oleh 1 (satu) orang pendiri sekaligus pemilik dan sekaligus pengelolanya sehari-hari.

Sebagai suatu contoh pembahasan proses akuntansi , kita tidak terlalu membahas secara kaku sifat bentuk usaha perseorangan tersebut, melainkan memandangnya sebagai sebuah entitas usaha kecil yang menyelenggarakan pencatatan akuntansi keuangan ( administrasi pembukuan ) yang tertib sebagai sebuah bentuk usaha tersendiri, seolah-olah terpisahkan dari catatan harta kekayaan pribadi Fajar Sumirat sebagai individu.

(01) Pada hari Senin, tanggal 3-Januari-2011 Fajar Sumirat membuka sebuah rekening bank di “Bank Karman” atas nama Fajar Sumirat yang diperuntukkan untuk rekening bank milik toko ” Sumirat Sport “. Ia menyetorkan uang pribadinya sebesar Rp 50.000.000,-.

Menurut sudut pandang entitas toko ” Sumirat Sport ” , setoran uang ke dalam rekening bank tersebut dianggap sebuah transaksi keuangan ( yaitu suatu transaksi pertukaran antara toko dengan pemiliknya).

Analisis transaksi tersebut menyatakan bahwa timbul  aset toko berupa kas (di bank) di satu sisi, dan penambahan ekuitas pemilik, masing-masing sebesar Rp 50.000.000. Timbulnya ekuitas pemilik menunjukkan bahwa sang pemilik toko (Fajar Sumirat) telah menginvestasikan (menyetorkan) Rp 50.000.000 ke dalam usaha toko ” Sumirat Sport ” , dan oleh karena itu dia memiliki hak atau klaim atas aset toko tersebut senilai Rp 50.000.000. Penggunaan istilah “modal” sudah sering dipakai sebagai istilah dalam bentuk usaha perseorangan.  Istilah Modal Fajar Sumirat secara umum menujukkan hak kepemilikan aset toko “Sumirat Sport” atau hak klaim terhadap aset toko “Sumirat Sport” oleh sang pemilik (Fajar Sumirat.

Persamaan dasar akuntansinya adalah :

Aset                          =     Laibilitas          +      Ekuitas Pemilik

____________        __________            ___________

Kas                            =                                       Modal F.Sumirat

(1) + 50.000.000    =                                      + 50.000.000

(02) Utang Bank

Kemudian Fajar Sumirat menyadari, berdasarkan perencanaan bisnisnya, bahwa toko “Sumirat Sport” membutuhkan tambahan permodalan berupa uang tunai. Maka pada tanggal 4-Januari-2011 ia mengajukan pinjaman modal dari Bank Karman dan alhamdulillah disetujui sesuai pengajuan. (Pada kenyataannya pihak bank pasti mensyaratkan persyaratan kredit pinjaman bank, yang salah satunya adalah : usaha yang bersangkutan minimal sudah berjalan selama 2 (dua) tahun dan laporan keuangan bisa disajikan kepada pihak bank). Fajar Sumirat akhirnya memperoleh kredit (pinjaman) dari bank senilai Rp 20.000.000. Pinjaman tersebut dibebani bunga 8% , yang mana baik pokok utangnya maupun beban bunga nya akan jatuh tempo pada tanggal 4-Januari-2012.

Analisis transaksi menujukkan pertambahan pada saldo Kas dan Laibilitas senilai Rp 20.000.000. Laibilitas berupa “Utang Bank” timbul karena toko ” Sumirat Sport” berkewajiban membayar kembali pokok utang bank di masa depan (pada waktu jatuh temponya 04-Januari-2012). Bank Karman pasti mensyaratkan suatu perjanjian akad kredit tertulis yang mengikat hak dan tanggung jawab masing-masing pihak. Pengaruh transaksi keuangan tersebut terhadap persamaan dasar akuntansi toko “Sumirat Sport” adalah :

Aset                          =     Laibilitas          +      Ekuitas Pemilik

____________        __________            ___________

Kas                   =    Utang Bank

(2) + 20.000.000   =   + 20.000.000

Setelah kedua transaksi tersebut, maka persamaan dasar akuntansi toko “Sumirat Sport” adalah : saldo Kas (di bank) senilai Rp 70.000.000 yang setara dengan saldo Utang Bank senilai Rp 20.000.000 ditambah saldo Modal Fajar Sumirat senilai Rp 50.000.000.

Timbul pertanyaan tentang kewajiban bunga utang bank ? Karena dalam contoh ini, utang bank baru saja diperoleh maka beban bunga belum muncul , melainkan nanti pada saat jatuh tempo 04-Januari-2012, sehingga belum timbul beban bunga bank yang harus dicatat dalam proses akuntansi. (Dalam kenyataannya, pada saat setelah penandatangan akad kredit, banyak timbul beban-beban (biaya-biaya bank) yang berkaitan dengan persetujuan & pencairan pinjaman kredit bank).

 

(03) Beban Sewa

 

Pos ini dipublikasikan di Akuntansi, Akuntansi Keuangan. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s