Tentang Perseroan Terbatas

Perseoran Terbatas adalah badan hukum yang merupakan persekutuan modal, didirikan berdasarkan perjanjian, melakukan kegiatan usaha dengan modal dasar yang seluruhnya terbagi dalam saham dan memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam Undang Undang Nomor 40 Tahun 2007  serta peraturan pelaksanaannya.

Organ Perseroan Terbatas adalah Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) , Direksi, dan Dewan Komisaris.

RUPS adalah organ perseroan terbatas yang memiliki wewenang yang tidak diberikan kepada Direksi atau Dewan Komisaris dalam batas yang ditentukan dalam Undang-Undang Perseroan Terbatas dan /atau anggaran dasar.

Direksi adalah Organ Perseroan Terbatas yang berwenang dan bertanggung jawab penuh atas pengurusan Perseroan untuk kepentingan Perseroan, sesuai dengan maksud dan tujuan Perseroan, serta mewakili Perseroan, baik di dalam maupun di luar pengadilan sesuai dengan ketentuan anggaran dasar.

Dewan Komisaris adalah Organ Perseroan yang bertugas melakukan pengawasan secara umum dan / atau khusus sesuai dengan anggaran dasar serta memberi nasihat kepada Direksi.

Perseroan Terbuka ( PT Tbk ) adalah Perseroan Publik atau Perseroan yang melakukan penawaran umum saham, sesuai dengan ketentuan perundang-undangan di bidang pasar modal .

Perseroan Publik adalah Perseroan yang memenuhi kriteria jumlah pemegang saham dan modal disetor sesuai dengan ketentuan perundang-undangan di bidang pasar modal.

PENGGABUNGAN adalah perbuatan hukum yang dilakukan oleh satu perseroan atau lebih untuk menggabungkan diri dengan perseroan lain yang telah ada yang mengakibatkan aktiva dan pasiva dari Perseroan yang menggabungkan diri beralih karena hukum kepada Perseroan yang menerima penggabungan dan selanjutnya status badan hukum perseroan yang menggabungkan diri berakhir karena hukum.

Menurut penafsiran saya, bisa dibuat sebuah teladan (contoh) sebagai berikut:

PT A tertarik untuk memperoleh PT B dan PT C agar bergabung ke dalam PT A. Seluruh aktiva dan pasiva PT B dan PT C akan dialihkan kepada  PT A, dan keberadaan badan hukum PT B dan PT C secara hukum sudah tidak ada lagi.

PELEBURAN adalah perbuatan hukum yang dilakukan oleh dua perseroan atau lebih untuk meleburkan diri dengan cara mendirikan satu perseroan yang baru yang berdasarkan hukum memperoleh aktiva dan pasiva dari Perseroan yang meleburkan diri dan status badan hukum perseroan yang meleburkan diri berakhir karena hukum.

Menurut penafsiran saya, bisa dibuat suatu teladan (contoh) sebagai berikut:

PT A, PT B, dan PT C yang secara umum bergerak dalam bidang usaha yang saling melengkapi, bermaksud meleburkan diri menjadi PT D. Bidang usaha PT A adalah operator pelayaran kapal kargo container, PT B adalah bidang usaha Freight Forwarding yang mencari klien eksportir barang dan atau importir barang secara partai kurang dari ukuran satu unit container standard 20″ (twenty feet equivalents unit) dan 40″ ( forty feet equivalents unit) beserta penyediaan trucking-nya, serta PT C yang berusaha dalam bidang jasa pengurusan eksport-import. Ketiganya melebur menjadi satu PT D yang memberikan pelayanan ketiga bidang tersebut di atas.

PENGAMBILALIHAN adalah perbuatan hukum yang dilakukan oleh badan hukum atau orang perseorangan untuk mengambil alih saham perseroan yang mengakibatkan beralihnya pengendalian atas perseroan tersebut.

Menurut penafsiran saya, bisa dibuat teladan (contoh) sebagai berikut :

PT A berusaha dalam bidang perkebunan kelapa sawit berlokasi di Kalimantan Timur dengan luas areal perkebunan seluas 5.000 hektar. PT B berusaha di bidang perkebunan kelapa sawit berlokasi di Kalimantan Timur dengan luas areal perkebunan seluas 10.000 hektar. PT C berusaha dala bidang pabrik pengolahan minyak mentah sawit (CPO) dengan kapasitas produksi terpasang 60 ton/jam, berlokasi di sekitar pinggiran lahan perkebunan sawit PT A dan PT B. Ketiganya berjalan selama satu tahun sejak Januari 2011, namun operasionalnya terbelit kesulitan karena kekurangan permodalan. Muncul PT Sumirat Investama yang berkedudukan di Jakarta Pusat dengan modal dasar Rp 1 trilyun, serta modal ditempatkan dan disetor penuh sebesar Rp 500 milyar. Investment Analyst pada PT Sumirat Investama telah melakukan riset mendalam terhadap kondisi dan prosprek PT A, PT B, dan PT C. Hasil risetnya dipresentasikan kepada Direksi dan Dewan Komisaris PT Sumirat Investama. Akhirnya proposal PENGAMBILALIHAN ketiga PT tersebut di atas telah disetujui dan dijalankan pada bulan Februari 2012 ini. Caranya dengan membeli 51% saham beredar pada masing-masing Perseroan tersebut. Akhirnya PT Sumirat Investama menjadi pemilik dan pengendali operasi PT A, PT B, dan PT C, yang berwenang memilih dan menetapkan Direksi dan Dewan Komisaris di masing-masing PT tersebut di atas. Ketiga PT tersebut masing-masing tetap ada status badan hukumnya dan mandiri, serta sekarang bisa bersinergi secara maksimal.

Modal dasar perseroan terbatas terdiri atas seluruh nilai nominal saham.

Modal dasar perseroan terbatas paling sedikit Rp 50.000.000,00.

Undang-undang yang mengatur kegiatan usaha tertentu dapat menentukan jumlah minimum modal perseroan yang lebih besar dari ketentuan modal dasar di dalam ayat di UU ini.

Paling sedikit 25% dari Modal Dasar harus ditempatkan dan disetor penuh. Hal ini dibuktikan dengan bukti setoran yang syah.

Penambahan modal perseroan dilakukan dengan persetujuan RUPS.

 

 

Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s