Pengalaman Membuat Akta Kelahiran di Catatan Sipil kota Bogor

Hari Jumat, 06 Juli 2012, sekitar jam 08:00 saya tiba di Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Bogor yang beralamat di Jl.H. Achmad Sobana Bantar Jati, Bogor (dikenal sebagai Jl. Pandu Raya ).

Saya langsung masuk ke Loket paling ujung kanan (Loket 8 : Pembuatan Akta Kelahiran dan atau Akta Kematian).

Berkas-berkas dokumen yang saya serahkan :

01. Surat keterangan kelahiran dari Bidan/ Klinik/Rumah Sakit. Asli dan foto kopi.

02. Surat Keterangan dari Kelurahan sesuai domisili

03. KTP Suami & Istri. Asli dan foto kopi

04. Kartu Keluarga. Asli dan foto kopi

05. Surat Nikah Suami & Istri. Asli dan foto kopi.

Setelah diperiksa oleh petugas loket, diberitahukan bahwa

bayi yg baru lahir tersebut harus dicantumkan dalam Kartu Keluarga. Bisa langsung dibuat di loket 5 (pembuatan KK).

Berkas KK saya serahkan ke loket 5. Diberi tanda terima pembayaran Rp 10.000,-. Dalam waktu kira-kira 30 menit, KK terbaru sudah selesai. Nama anak ke-3 saya yg baru lahir tanggal 28-mei-2012, sudah tercantum.

Kemudian saya serahkan berkas KK asli dan foto kopi ke loket 8 (Akta Kelahiran & atau Akta Kematian ). Diterima oleh petugas, lalu dinyatakan harus ada saksi 2 (dua) orang yang dikuatkan dengan KTP aslinya.

Karena saya belum tahu & belum menyiapkan berkas 2 orang saksi tersebut, maka solusinya diberikan oleh petugas loket.

Dengan menunjuk 2 orang saksi dari petugas Kantor Kependudukan dan Catatan Sipil, dan membayar uang saksi. Besarnya dinyatakan terserah anda. Saya membayar Rp 20.000,-.

Setelah semua berkas diperiksa, dan dokumen asli pribadi, dikembalikan, dan mengisi formulir PELAPORAN Kelahiran bermeterai Rp 6.000, maka saya diberikan surat tanda pembayaran yang akan dipakai sebagai bukti pengambilan Akta Kelahiran tersebut.

Petugas menjanjikan 14 hari kerja maka AKTA KELAHIRAN sudah bisa diambil. Tidak ada biaya apa-apa lagi pada saat pengambilan AKTA KELAHIRAN.

Berarti total yang saya bayarkan kepada petugas loket sebesar ( Rp 10.000 + Rp 20.000 + Rp 7.000 materai tempel) = Rp 37.000.

Sungguh sebuah pelayanan publik yang semakin baik kualitasnya.

Saya tinggal berharap, 14 hari kerja ke depan, AKTA KELAHIRAN anak saya sudah selesai dengan benar. Keakuratan dokumen harus diperiksa baik-baik, mengingat saya mendengar beberapa orang datang ke loket, meminta dikoreksi kesalahan dokumen yang telah dibuat oleh Kantor Kependudukan dan CAtatan Sipil Kota Bogor.

Selamat kepada Pemerintah Kota Bogor. Pelayanan cepat dan terjangkau (Rp 37.000). Kalau saya menitip pengurusan lewat Rumah sakit tempat kelahiran anak saya, biaya Rp 150.000,-

Kebetulan saya pegawai non-medis di RS tempat anak saya lahir. Dan saya kebetulan juga bertemu seorang bidan dari RS tersebut, yang sedang mengurus Akta Kelahiran bayi-bayi yg dilahirkan di RS tersebut, sesuai permintaan orang tuanya masing-masing.

 

Pos ini dipublikasikan di Cermin. Tandai permalink.

17 Balasan ke Pengalaman Membuat Akta Kelahiran di Catatan Sipil kota Bogor

  1. Dear fajarsumiratmuhrip.wordpress.com,

    Siang,

    Kami dari Humas Merdeka.com bermaksud menawarkan content yang sesuai dengan tipikal blog Anda yang bisa digunakan secara gratis. Content ini sangat mudah aplikasinya dan sangat membantu Anda dalam Reblogging.
    Jika Anda berminat, silahkan kunjungi http://content.merdeka.com/ dan dapatkan contentnya.

    Terima kasih atensinya, kami menunggu kabar baik dari Anda.

    Salam,

    Humas Merdeka.com
    Selvie Chummairoch

  2. erik berkata:

    perlu lapor ke rt rw dan kelurahan gak

  3. Wening Indra berkata:

    Anak saya lahir tahun 2007, berita yang tersebar dari isu sulitnya membuat akte kelahiran yang disebabkan tertunda selama 6 tahun, membuat saya jadi malas untuk pergi ke Bantar Jati, karena beritanya harus di sertai fotokopi 2 orang saksi. Melihat blog ini saya jadi tertarik untuk datang, karena, 2 orang saksi disediakan dari pihak Catatan Sipil. Jika memang demikian berarti isu yang beredar itu mungkin tidak benar. Tapi bisa jadi benar, apalagi saya mendengar sendiri ada teman saya harus mengeluarkan uang sejumlah 700rb rupiah utk mengurusnya.

    • Terima Kasih atas komentar Mba Wening.

      Sekedar untuk berbagi; menurut pendapat saya, dewasa ini setiap individu harus punya sikap bahwa dalam menerima informasi apapun haruslah bisa memilah-milah mana yang berdasarkan bukti otentik / kenyataan, dibedakan dengan mana yang berdasarkan gosip/desas-desus/kata orang. Jaman sekarang informasi berseliweran, sehingga individu sendirilah yang harus mencari yang benar.

      Menurut penafsiran saya, Anda menunda-nunda sesuatu hal yang penting ( membuat akta kelahiran anak ) yang menyangkut hak pengakuan hukum positif Negara terhadap anak anda, hanya karena “takut” dengan khabar kata orang yang menyebutkan ” mengurus akta kelahiran sulit dan mahal “.

      Saya pribadi akan “berjuang sampai titik darah terakhir” demi kepentingan masa depan anak-anak kita yang merupakan amanat titipan Allah SWT.

      Salam blogging !
      FS

  4. Rama Ravenska berkata:

    Dear Mas Fajar,

    Kira-kira tau gk cara ngurus apabila akte kelahiran anak hilang,
    saya baru sadar ketika mau digunakan untuk masuk SD,

    Terima kasih infonya🙂

    • Hallo pak Rama Ravenska.

      Terima kasih atas kunjungan dan komentar Anda di blog ini.

      Saya tidak tahu persis bagaimana prosedur pengurusan Akta Kelahiran yang hilang.
      Namun menurut hemat saya, saya akan melakukan sbb. :

      a. Menyiapkan informasi ttg bagaimana terjadinya kehilangan Akta Kelahiran tersebut ;
      b. Datang ke Pak RT setempat, minta surat ” pengantar benar warga RT tersebut” ;
      c. Datang ke Pak RW setempat, minta surat ” pengantar benar warga RW tersebut ” ;
      d. Datang ke Kantor Polsek setempat, minta surat “laporan kehilangan dokumen akta kelahiran ”
      e. Jika diperlukan, mungkin harus ke Kelurahan setempat juga (jika perlu) ;
      f. Datang ke Kantor Catatan Sipil wilayah domisili setempat, tanyakan bagaimana prosedurnya ;

      Dari rangkaian di atas , mungkin lebih efektif jika mulai dari (f) dulu!

      Jangan lupa persiapkan duit receh, atau mungkin nominal besar, khususnya di Catatan Sipil.

      Selamat berjuang demi kepentingan masa depan anak-anak kita.

      Salam,
      FS

  5. nurandi berkata:

    Posting yg menarik Pak Fajar🙂

    Minggu depan rencanaya saya akan membuat akta untuk anak saya. Anak saya lahir di RS hermina (kota bogor), saya dan istri tinggal di sukadamai (kota bogor), tapi KTP/KK kami berdua masih kabupaten bogor. Untuk membuat akta, apa saya datang ke dinas kota bogor atau dinas kabupaten bogor? Demikian juga mengenai surat keterangan dari kelurahan, apa saya minta ke kelurahan sesuai saya tinggal, atau kelurahan sesuai alamat KTP saya atau kelurahan di mana hermina berada? Mungkin Pak Fajar mengetahui ttg hal ini.

    Demikian, terima kasih.

  6. daniel berkata:

    ….14 hari sudah termasuk level biasa banget …. saya bikin buat anak sudah dari sebelum lebaran sampai sekarang belum jadi…

  7. dodo berkata:

    kalau mau ke Jl.H. Achmad Sobana Bantar Jati, Bogor (dikenal sebagai Jl. Pandu Raya ). patokannya apa ya?
    rute angkotnya apa ya?

    • Patokannya dari Lampu Merah prapatan Warung Jambu, pilih yg ke arah jalan menanjak. Naik angkot 07. Kira-kira 2 KM ketemu pertigaan Lampu Merah. Turun angkot, sambung jalan kaki 50 M lurus. sAMPE DEH!

      • dodo berkata:

        Mas Fajar,

        Dari warung jambu naik angkot 07 yg jurusan warung jambu merdeka ya?
        Atau dari arah PMI di pertigaan ke arah bantar jati naik angkot 08 jurusan warung jambu ramayana?
        Atau dari arah PMI di pertigaan ke arah bantar jati naik angkot 09 jurusan warung jambu sukasari?

        (maaf nih nanya melulu)

      • Maaf saya salah, bukan 07, melainkan 08. Perhatikan kuncinya. Silahkan anda menuju ke prapatan lampu merah Warung Jambu, dari situ lihat/ pilih yang arah jalan menanjak. Juga dilalui angkot 08.

        ( Prapatan berarti ada 4 arah, nah pilih yang arah jalan menanjak tajam)

        Salam, FS

  8. khady berkata:

    Keren nih agan…. Saya titip ke klinik dri desember 2013 smpe sekarang belum jadi tuh sampe bosen sendiri nanya nya ke bagian klinik.daerah cibinong

  9. andriasuta berkata:

    yang gak begitu ngerti masalah 2 orang saksi. setahu saya saksi itu dibutuhkan bila pembuatan akta lahir tertunda 1 tahun lebih, klo baru lahir sih gk perlu saksi.
    Trus klopun perlu saksi, masa sih bisa pake saksi dari situ dengan bayaran? saksi itu kan harusnya yang menyaksikan kelahiran anak tersebut, setidaknya keluarga dekat atau tetangga..
    ini yang harus dipertanyakan??????

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s